Yaitu; Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu dengan penuh rasa takjub, dan janganlah kamu memandang baik semua hiasan dunia dan orang-orang yang menikmatinya, dari mulai makanan, minuman yang lezat, pakaian yang mewah, rumah yang penuh dengan dekorasi cantik, wanita-wanita cantik; karena semua itu adalah hiasan kehidupan dunia yang menjadikan jiwa yang tertipu akan merasa senang, dan takjub kepada orang-orang yang berperilaku menyimpang, dan akan menikmatinya mereka orang-orang yang Karenamemang ingin memuji Mungkin para wanita sering diberi pujian oleh pria, misalnya saja "kamu cantik hari ini". Lalu ketika ditanya mengapa memuji wanita seperti itu, jawaban mereka simpel "ya memang aku ingin memuji kamu". Banyak pria yang seperti itu, mengapa mereka berbicara seperti itu? ๏ปฟJawabanyang cepat dan intuitif muncul di dalam pikiran lebih dulu yaitu from PSY COGNITIVE at Politeknik Keuangan Negaran STAN 1 Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi dia melihat hati dan amal kalian. - Nabi Muhammad SAW 2. Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. - Nabi Muhammad SAW 3. Apa pun yang kamu keluarkan untuk keluargamu akan menjadi sumber pahala dari Allah. Jarangjarang ada yang memuji kepintaran saya." Atau teman Anda berujar, "Ya lumayan, tapi masih banyak yang lebih bagus lah". Coba jawab : "Iya ya. Coba lihat hasil kerja kamu?" Cara lain adalah Janjiallah ini ada dalam surat a. Hanya [24] ayat 55 b. Al Kahfi [18], ayat 107-108 c. Sedih [38] ayat 27-28 d. Dalam Timah [95] ayat 4-6 e. Al An'am [6] ayat 132 Jawabannya: b. 19. Orang yang usahanya menurut tradisi kenabian lebih buruk dari kemarin adalah di antara mereka yang a. menderita b. stabil c. alasan d. sedih e. binasa NamanyaMahmud Qandil. Dalam diskusi, Mahmud menjelaskan sains dan teknologi menurut versi Islam. Juga tentang dunia kedokteran Islam. Ulasan itu sangat menarik Jeffrey Lang karena sangat rasional. Saat semester selesai, di acara perpisahan, Qandeel menghadiahi Lang al-Quran dan terjemahnya Bahasa Inggris dan beberapa buku Islam. soalanjawaban. 61. Rujuk Kepada Isteri Yang Diceraikan. Seorang isteri telah diceraikan olah suaminya dengan talak satu, tidak sampai 24 jam suami itu telah melafazkan rujuk kembali. Apakah isteri itu telah dikirakan sebagai isteri yang sah atau suami isteri itu hendaklah merujuk kepada kadi untuk rujuk kembali. Tapi kamu tidak rugi, juga tidak beruntung bila mereka memuji atau membencimu. Kamu sangat beruntung jika jika Allah menyukaimu dan sangat rugi jika Allah membencimu. Naudzubillah. Kamu tidak perlu berlagak cantik di hadapan para makhluk. Cukuplah buat Allah sangat mencintaimu dan kamu mencintai-Nya, maka itu berarti kamu menjadi cantik ~ h.119 Pertama selalu mawas diri supaya tidak sampai terbuai oleh pujian yang dikatakan orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan doa: ุงู„ู„ู‡ู… ู„ุงุชุคุงุฎุฐู†ูŠ ุจู…ุง ูŠู‚ูˆู„ูˆู† "Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu." (HR. Al-Bukhari) RmS6H. โ€“ Pujian merupakan wujud apresiasi atas sesuatu yang telah dilakukan. Biasanya pujian memberikan dampak yang positif buat orang yang menerimanya. Namun kadang, memuji orang lain bisa menjadi boomerang kepada diri sendiri. Tanpa disadari orang tersebut akan muncul perasaan Ujub atau sombong yang berisiko menjadi penyakit hati. Islam memandang pujian Pada dasarnya memberikan pujian adalah sesuatu hal yang diperbolehkan dalam islam, asalkan tidak menimbulkan hal hal yang tidak baik. Rasulullah ๏ทบ bahkan sampai mengimbau dengan keras kepada orang orang suka memuji dengan belebihan. Beliau bahkan mengizinkan orang lain untuk melemparkan tanah atau debu kepada orang yang suka memuji secara berlebihan. Dalam salah satu keterangan dalam kitab Az-Zuhd war Ar-Raqaโ€™ik, riwayat Shahih Muslim menjelaskan bahwa memberikan pujian secara berlebihan dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah atas diri orang yang dipuji. Lalu dalam hadis riwayat Muslim no 3002, Nabi Saw bersabda, ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฏู‘ูŽุงุญููŠู†ูŽุŒ ููŽุงุญู’ุซููˆุง ูููŠ ูˆูุฌููˆู‡ูู‡ูู…ู ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจูŽ โ€œJika Engkau melihat orang yang memuji, maka taburkanlah debu di wajahnya.โ€ HR. Muslim no. 3002 Dalam riwayat lain dari sahabat Al-Miqdad RA, beliau berkata; ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุญู’ุซููŠูŽ ูููŠ ูˆูุฌููˆู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุฏู‘ูŽุงุญููŠู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจูŽ โ€œRasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menaburkan tanah di muka orang yang memuji-muji.โ€ Jika seseorang ingin melontarkan pujian kepada orang lain sebaiknya untuk memperhatikan beberapa hal. Seperti, tidak adanya fitnah, memuji keimanan seseorang yang bagus, memuji pengetauannya yang luas,dan memuji ketaatannya beribadah. Dalam kitab Al Adzkar, Imam An Nawawi memberikan beberapa saran jika kita ingin memuji orang lain. "Adapun memuji orang yang berada di hadapan kita, ada beberapa hadis yang membolehkan dan ada pula hadis yang melarang. Para ulama berkata, cara mengakomodasi beberapa hadis tersebut dalam praktiknya adalah bila orang yang dipuji sempurna keimanannya, keyakinannya bagus, dan pengetahuannya sempurna, sekira-kira tidak ada fitnah dan lalai bila dipuji dan hatinya juga tidak goyah, maka memuji tidak haram dan tidak pula makruh. Kalau dikhawatirkan hal seperti itu akan terjadi, sangat dimakruhkan memujinya." Iman An Nawawi juga menjelaskan bahwa memuji merupakan perbuatan yang tidak dilarang selama itu tidak menimbulkan sesuatu yang madharat. Contohnya, jika ada seseorang yang dipuji berubah menjadi riya maka memuji orang tersebut sangat tidak dianjurkan. ACF jawaban ketika dipuji masyaallah, foto PixabaySeorang Muslim diperintahkan untuk tidak berbesar hati saat mendapatkan pujian dari orang lain. Sehingga, jawaban ketika dipuji masyaallah adalah dengan kembali mendoakan kebaikan kepada orang yang memuji. Salah satu dalil yang dijadikan landasan untuk melarang berbesar hati dalam pujian adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda"Jika engkau melihat orang yang memuji, maka taburkanlah debu di wajahnya." Hadits Riwayat MuslimOleh karenanya, saat menerima pujian, seyogyanya seorang Muslim tidak merasa berbesar hati. Sebab, perasaan tersebut akan mendorong manusia pada sifat sombong dan Ketika Dipuji MasyaallahJawaban ketika dipuji masyaallah, foto PixabayMengutip laman My Islam, saat seseorang mengatakan masyaallah untuk memuji kebahagiaan, pencapaian, atau kesuksesan, ada 3 jawaban yang dapat diberikan umat Muslim, yakni1. Jazakumullah KhairanJazakumullah khairan artinya semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Kalimat jazakumullah khairan adalah sebuah doa kebaikan untuk orang yang telah menyanjung praktiknya jazakumullah khairan sering disingkat menjadi jazakumullah atau jazakallah. Namun, disarankan untuk mengucap kalimat tersebut dengan Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabdaโ€œBarangsiapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, Jazakallahu khairan artinya Semoga Allah membalasmu dengan kebaikanโ€™, maka sungguh ia telah sangat menyanjungnya.โ€ HR. Tirmidzi2. TabarakallahSeorang Muslim juga dapat mengucapkan kalimat tabarakallah ketika dipuji masyaallah. Tabarakallah memiliki arti yang hampir sama dengan masyaallah, yakni Maha Suci Masyaallah TabarakallahKalimat tabarakallah dapat digabungkan dengan kata masyaallah. Penggabungan kedua kalimat ini bertujuan untuk menunjukkan rasa takjub atas keindahan atau kebaikan yang umat Muslim juga bisa menjadikan kalimat masyaallah tabarakallah sebagai jawaban ketika dipuji arti kalimat masyaallah?Bagaimana sikap seorang Muslim saat mendapat pujian?Kenapa tidak boleh berbesar hati saat mendapatkan pujian? Teks Jawaban Alhamdulillah. Ketahuilah wahai penanya, bahwa semua ciptaan Allah itu baik, akan tetapi terkadang Allah menguji hamba-Nya dengan sakit, bencana, buruk rupa atau yang lainnya, karena hikmah dan maslahat yang Dia ketahui dan kehendaki. Rupawan atau sebaliknya sama seperti sehat dan sakit, kaya dan miskin, sukses dan gagal, semua itu adalah rizki dari Allah kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan hikmah, rahmat dan karunia-Nya. Semua bentuk pemberian Allah tersebut bukan berarti menjadi bukti cinta Allah kepadanya, begitu juga sebaliknya, yaitu; tidak berarti yang tidak diberi menunjukkan bahwa Allah benci dan murka kepadanya. Allah โ€“subhanahu wa taโ€™ala- berfirman ููŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุงู„ุฅู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุง ุงุจู’ุชูŽู„ุงู‡ู ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ููŽุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนูŽู‘ู…ูŽู‡ู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽู†ููŠ * ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุง ุงุจู’ุชูŽู„ุงู‡ู ููŽู‚ูŽุฏูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูŽู‡ู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ุฃูŽู‡ูŽุงู†ูŽู†ููŠ * ูƒูŽู„ุง ุจูŽู„ ู„ุง ุชููƒู’ุฑูู…ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ูŽ * ูˆูŽู„ุง ุชูŽุญูŽุงุถูู‘ูˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุทูŽุนูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู * ูˆูŽุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ุชูู‘ุฑูŽุงุซูŽ ุฃูŽูƒู’ู„ุง ู„ูŽู…ู‹ู‘ุง * ูˆูŽุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ูŽ ุญูุจู‹ู‘ุง ุฌูŽู…ู‹ู‘ุง ุงู„ูุฌุฑ/15-20 . โ€œAdapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata "Tuhanku telah memuliakanku". Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata "Tuhanku menghinakanku". Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan yang halal dan yang bathil, dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihanโ€. QS. Al Fajr 15-20 Syeikh Saโ€™di โ€“rahimahullah- berkata โ€œAllah โ€“subhanahu wa taโ€™ala- memberitakan tentang tabiat manusia, bahwa manusia itu bodoh dan dzalim, tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada masa mendatang, ia mengira bahwa apa yang terjadi dan dialaminya terus-menerus ia rasakan dan tidak berakhir, dan ia mengira bahwa pemuliaan dan nikmat Allah di dunia menunjukkan kemuliaan dan kedekatan di sisi-Nya, dan jika Allah ููŽู‚ูŽุฏูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูŽู‡ู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฑูŽุจูู‘ูŠ ุฃูŽู‡ูŽุงู†ูŽู†ููŠ โ€œโ€ฆMembatasi rezkinya maka dia berkata "Tuhanku menghinakanku". QS. Al Fajr 16 Hanya cukup untuk makan sehari-hari dan tidak lebih, ia menganggap bahwa Allah menghinakannya, maka Allah menolak semua prasangka tersebut dengan firman-Nya ูƒู„ุง โ€œSekali-kali tidak demikianโ€ฆโ€. Yaitu; tidak semua yang Aku berikan nikmat di dunia berarti ia mulia di sisi-Ku, dan tidak semua yang Aku batasi rizekinya berarti Aku menghinakannya. Sesungguhnya kaya dan miskin, lapang dan sempit adalah ujian dari Allah; agar diketahui siapa yang bersyukur dan siapa yang bersabar, dan karenanya ia akan dibalas dengan pahala yang besar. Dan bagi yang tidak bersyukur atau bersabar maka ia akan diadzab dengan adzab yang hina. Termasuk, ketika seorang hamba lebih mementingkan kebutuhannya sendiri saja, maka itu adalah cita-cita yang lemah. Oleh karenanya, Allah mencela orang-orang yang tidak mementingkan keadaan masyarakat sekitar yang membutuhkanโ€. Tasfir as Saโ€™di 934 Jikalau semua orang berfikiran seperti yang anda fikirkan dan anda ucapkan, tidak menerima takdir dan ketentuan Allah โ€“semoga Allah mengampuni anda-, maka tidak akan ada seorang pun yang hidup di muka bumi ini kecuali ia akan terus mengeluh dan kesal. Orang yang sakit akan mengatakan Kenapa Engkau menjadikanku sakit, sementara orang lain sehat?.... Orang fakir akan mengatakan Kenapa Engkau menjadikanku fakir, sementara orang lain kaya?..... Orang yang sedang ditimpa bencana akan mengatakan Kenapa Engkau menimpakan balaโ€™ kepadaku, sementara orang lain selamat?... Orang yang beriman ia akan ridha, sabar dan introspeksi diri, sementara yang lain akan menolak ketentuan Allah, merasa sempit dan mengeluh kepada Allah. Tidakkah anda berfikir bahwa sekarang Allah telah menjadikan anda sehat, sementara banyak orang selain anda yang sedang diuji dengan menderita berbagai macam penyakitโ€ฆ!? Tidakkah anda berfikir bahwa anda bisa berjalan dengan dua kaki lengkap, pulang pergi sesuka anda, sementara banyak orang lain diluar sana yang tidak terhitung jumlahnya kakinya lumpuh dan cacatโ€ฆ!? Anggap saja misalnya anda mengalami cacat fisik, tidakkah anda berfikir bahwa karunia Allah kepada anda berupa Islam adalah karunia yang tidak ternilai harganya bila dibanding dengan semua nikmat dunia, padahal di sana juga banyak orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat. ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูŽุง ุขุฏูŽู…ู ! ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽุจูŽู‘ูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุณูŽุนู’ุฏูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูููŠ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ูƒูŽ . ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ ุจูŽุนู’ุซูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ! ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุซู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุฃูŽู„ู’ูู ุชูุณู’ุนูŽ ู…ูุงุฆูŽุฉู ูˆูŽุชูุณู’ุนูŽุฉู‹ ูˆูŽุชูุณู’ุนููŠู†ูŽ . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ 3099 ูˆู…ุณู„ู… 327 . โ€œAllah โ€“Taโ€™ala- berfirman โ€œWahai Adamโ€. Dia menjawab โ€œAku datang memenuhi panggilan-Mu, semua kebaikan berada di kedua tangan-Muโ€. Dia berkata โ€œKeluarkanlah mereka yang berhak berada di neraka !, ia menjawab โ€œBerapa jumlahnya?โ€. Dia menjawab โ€œSetiap 1000 dikeluarkan 999โ€. HR. Bukhori 3099, dan Muslim 327. Renungkan kisah berikut ini wahai hamba Allah Al Auzaโ€™i meriwayatkan, dari Abdullah bin Muhammad berkata โ€œSaya pernah singgah di pesisir pantai bersama penjaga perbatasan di daerah sekitar Mesir. Ketika saya menyelesaikan urusan saya, maka saya melewati tanah lapang yang luas, dan menemui sebuah kemah yang di sana ada seorang laki-laki tua yang tidak memiliki kedua tangan dan kakinya, lemah penglihatan dan pendengarannya. Tidak ada yang bermanfaat darinya kecuali lisannya dengan mengatakan ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู† ุฃุญู…ุฏูƒ ุญู…ุฏุง ุฃูƒุงูู‰ุก ุจูู‡ู ุดููƒู’ุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽููŽุถูŽู‘ู„ู’ุชูŽู†ููŠ ุนู„ู‰ ูƒูŽุซููŠุฑู ู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ุชูŽูู’ุถููŠู„ุง !! โ€œYa Allah, berilah aku ilham untuk tetap memuji-Mu dengan pujian yang menjadi tanda syukur kami pada semua nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan telah Engkau lebihkan aku dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakanโ€. Al Auzaโ€™i berkata Abdullah berkata โ€œDemi Allah, aku akan mendatangi orang tersebut, dan bertanya dari mana ia dapat doa tersebut, dari pemahaman, ilmu atau ilham yang telah diilhamkan? Maka saya mendatangi orang tersebut dan memberi salam kepadanya, dan mengatakan saya mendengar engkau mengatakan ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃุญู…ุฏูƒ ุญู…ุฏุง ุฃูƒุงูู‰ุก ุจูู‡ู ุดููƒู’ุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุŒ ูˆูŽููŽุถูŽู‘ู„ู’ุชูŽู†ููŠ ุนู„ู‰ ูƒูŽุซููŠุฑู ู…ู† ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ุชูŽูู’ุถููŠู„ุง โ€œYa Allah, berilah aku ilham untuk tetap memuji-Mu dengan pujian yang menjadi tanda syukur kami pada semua nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan telah Engkau lebihkan aku dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakanโ€. Nikmat yang manakah yang engkau rasakan sampai engkau memuji-Nya?, keutamaan atau kelebihan apakah yang engkau rasakan selama ini hingga engkau mensyukuri-Nya? Ia menjawab โ€œEngkau tentu melihat apa yang Allah berikan kepadaku !?, namun demi Allah, jika seandainya Allah mengirim api dari langit untuk membakarku, dan menyuruh gunung untuk menghancurkanku, atau laut untuk menenggelamkanku, atau bumi untuk menelanku. Hal itu tidak akan mengurangi rasa syukurku kepada-Nya; karena Dia telah memberikan nikmat lisanku ini !?. Akan tetapi wahai hamba Allah, ketika engkau mendatangiku aku membutuhkan bantuanmu, engkau melihatku dalam keadaan apa adanya dan tidak berdaya. Saya tidak mampu beraktifitas dan mengurus diriku sendiri, dahulu ada anakku yang membantu untuk shalat dan mengambilkan air wudhu, ketika saya lapar ia menyuapiku, kalau saya haus, ia memberiku minum. Saya telah kehilangan dia sejak tiga hari yang lalu, maka tolong carikan ia untukku โ€“semoga Allah merahmatimu-. Saya berkata โ€œDemi Allah, tidaklah seseorang yang berusaha membantu kebutuhan orang lain lebih besar pahalanya, kecuali ia membantu seseorang yang kondisinya seperti anda, Maka saya mulai mencari anaknya. Tidak lama kemudian, saya menemukannya di balik gundukan pasir, namun ia telah meninggal dunia; karena diterkam binatang buas dan tubuhnya tercabik-cabik, lalu aku beristirโ€™jaโ€™ mengucapkan innalillah dan berkata โ€œSaya tidak sampai hati untuk membawanya kepada orang tadiโ€. Ketika saya menemui orang tersebut, terlintas dalam hati tentang Nabi Ayyub โ€“alaihis salam-. Ketika saya sampai dihadapannya saya megucapkan salam. Dia menjawab salam dan berkata bukankah kamu sahabatku?, saya menjawab โ€œYaโ€. Ia berkata Apakah engkau sudah menemukan anakku? Saya โ€œMana yang lebih mulia, anda atau Nabi Ayub โ€“alaihis salam-?. Orang โ€œTentu Nabi Ayyubโ€. Saya โ€œApakah anda mengetahui apa yang Allah perbuat kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan harta, keluarga dan anaknya?โ€ Orang โ€œYaโ€ Saya โ€œBagaimana sikap beliau?โ€ Orang โ€œDia menghadapinya dengan sabar, bersyukur, dan tetap memuji Allahโ€. Saya โ€œTidak hanya itu, bahkan ia menyendiri dari keluarga dan orang-orang yang dicintainyaโ€. Orang โ€œYaโ€ Saya โ€œโ€œBagaimana sikap beliau?โ€ Orang โ€œDia menghadapinya dengan sabar, bersyukur, dan tetap memuji Allahโ€. Saya โ€œBahkan tidak cukup dengan itu, sampai orang yang lewat merasa terganggu dengannyaโ€, apakah anda mengetahuinya? Orang โ€œYaโ€ Saya โ€œโ€œBagaimana sikap beliau?โ€ Orang โ€œDia menghadapinya dengan sabar, bersyukur, dan tetap memuji Allahโ€. Orang โ€œSingkat kata !? โ€“semoga Allah merahmatimu-. Saya โ€œSesungguhnya seorang anak yang engkau menyuruhku untuk mencarinya, saya menadapati di antara gundukan pasir dengan kondisi tercabik; karena diterkam binatang buas, maka Allah memberimu pahala yang agung, dan memberimu kesabaranโ€. Orang โ€œAlhamdulillah, segala puji hanya milik-Nya yang tidak menciptakan keturunanku bermaksiat kepadanya; hingga mengadzabnya dengan nerakaโ€. Saya Lalu ia mengambil nafas dan meninggal dunia. Sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali kepada Allah, sungguh besar musibahku saat ini, orang seperti ini jika aku tinggalkan di sini, ia akan dimakan binatang buas. Jika saya temani saya tidak mampu mengurusnya. Akhirnya aku tutupi dengan selimutnya, dan aku duduk didekat kepalanya dengan menangis. Pada saat saya duduk di sisinya, ada empat orang mendatangiku. Dan berkata โ€œAda apa dengan anda?, bisa anda ceritakan?โ€. Maka aku ceritakan kepada mereka tentang saya dan jenazah di depan saya. Mereka berkata โ€œBukalah penutup wajahnya, mungkin kami mengenalinya !?. ketika saya buka wajahnya, seraya mereka berempat menciumi kedua mata dan tangan si mayit, dan berkata Demi Allah, matanya tidak pernah melihat apa yang diharamkan Allah, dan badannya selalu digunakan untuk sujud kepada Allah pada saat manusia tidurโ€. Saya โ€œSiapa orang ini โ€“semoga Allah merhmati kalian-. Empat orang โ€œDia adalah Abu Qilabah al Jirmy sahabat Ibnu Abbas, dia adalah orang yang sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya โ€“shallallahu alaihi wa sallam-. Maka kami semua memandikan dan mengkafani dengan beberapa baju seadanya, menshalati dan menguburkannya. Maka empat orang tadi berlalu, saya pun kembali kepada rombonganku. Ketika malam tiba dan saya mau tidur, saya melihat dalam mimpi bahwa orang yang meninggal dunia tadi berada taman dari taman-taman surga dengan mengenakan baju dari surga dengan membaca sebuah ayat al Qurโ€™an ุณูŽู„ุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุตูŽุจูŽุฑู’ุชูู…ู’ ููŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุนูู‚ู’ุจูŽู‰ ุงู„ุฏูŽู‘ุงุฑู โ€œ sambil mengucapkan "Salamun `alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan ituโ€. QS. Ar Raโ€™du 24 Saya bertanya โ€œBukankah engkau sahabat saya?โ€. Ia menjawab โ€œYaโ€ Saya โ€œBagaimana engkau bisa mendapatkan ini semua?โ€. Ia menjawab โ€œSesungguhnya Allah memiliki derajat tertentu yang tidak bisa diraihnya kecuali dengan sabar ketika ditimpa musibah, dan bersyukur pada waktu senang disertai rasa takut kepada Allah baik dzahir maupun batinโ€. ats Tsiqat, Ibnu Hibban 5/3-5 Wahai penanya, tidakkah engkau merenungkan kisah Abu Qilabah di atas, tidakkah engkau melihat pujian dan ridhanya kepada ketentuan Allah !?, Tidakkah anda melihat bahwa nikmat Allah yang berupa hidayah al Islam ini adalah jauh lebih berharga dibandingkan dengan hanya kehilangan anggota tubuh dan anaknya !?, Tidakkah anda melihat bahwa pujian dan rasa syukur kepada Allah Yang Maha Pemberi nikmat itu ada banyak tempat dan derajatnya, dan anda tidak akan mampu menunaikannya semuanya !?. Maka janganlah anda halangi diri anda โ€“wahai hamba Allah- dari beberapa derajat yang tinggi tersebut, dengan tidak menerima takdir Allah, atau berburuk sangka kepada-Nya, atau dengan lidah yang enggan untuk berdzikir, bersyukur dan memuji-Nya, hingga anda mencela Allah dan berburuk sangka kepada-Nya. Dan jika anda menganggap diri anda tidak cantik, maka apa yang akan diperbuat seorang wanita dengan kecantikannya kalau ia tidak beriman, dan keimanan itu diberikan kepada anda ?, Dimana ia berada sekarang kalau misalnya ia sudah meninggal dunia ?, dan kemana ia akan kembali kalau nanti ia meninggal dunia dalam keadaan kafir?, Apakah kecantikannya akan bermanfaat pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih ?. apakah anda benar-benar rela kalau misalnya bertukar tempat anda cantik tapi kafir atau tetap pada kondisi anda saat ini tapi anda muslimah?. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang harus anda jawab sendiri dengan memperhatikan realita kehidupan nyata yang anda tidak terima dengan takdir anda. Allah โ€“subhanahu wa taโ€™ala- berfirman ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ูุฏูŽู‘ู†ูŽู‘ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู…ูŽุชูŽู‘ุนู’ู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฒูŽู‡ู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู„ูู†ูŽูู’ุชูู†ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ู ูˆูŽุฑูุฒู’ู‚ู ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ุทู‡/ 131. โ€œDan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekalโ€. QS. Thaha 131 Syeikh as Saโ€™di โ€“rahimahullah- berkata โ€œYaitu; Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu dengan penuh rasa takjub, dan janganlah kamu memandang baik semua hiasan dunia dan orang-orang yang menikmatinya, dari mulai makanan, minuman yang lezat, pakaian yang mewah, rumah yang penuh dengan dekorasi cantik, wanita-wanita cantik; karena semua itu adalah hiasan kehidupan dunia yang menjadikan jiwa yang tertipu akan merasa senang, dan takjub kepada orang-orang yang berperilaku menyimpang, dan akan menikmatinya mereka orang-orang yang dzalim tanpa melihat sedikitpun kepada negeri akhirat. Kemudian nikmat dunia tersebut akan cepat berlalu, dan akan membunuh orang-orang yang mencintainya, hingga mereka menyesal yang sudah tiada bermanfaat lagi semua bentuk penyesalan, dan mereka juga akan mengetahui apa yang akan mereka terima pada hari kiamat. Allah menjadikan hiasan dunia itu fitnah dan ujian agar diketahui mana yang tertipu dan silau dengan dunia dan siapa yang paling baik amalnya. Allah โ€“subhanahu wa taโ€™ala- berfirman ุฅู†ุง ุฌุนู„ู†ุง ู…ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุฑุถ ุฒูŠู†ุฉ ู„ู‡ุง ู„ู†ุจู„ูˆู‡ู… ุฃูŠู‡ู… ุฃุญุณู† ุนู…ู„ุง * ูˆุฅู†ุง ู„ุฌุงุนู„ูˆู† ู…ุง ุนู„ูŠู‡ุง ุตุนูŠุฏุง ุฌุฑุฒุง . โ€œSesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan pula apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandusโ€. QS. Al Kahfi 7-8 Rizeki Tuhanmu yang disegerakan berupa ilmu, iman dan hakekat amal shaleh, dan rizeki-Nya yang ditangguhkan berupa kenikmatan yang kekal, dan kehidupan yang baik di sisi Rabb Yang Maha penyayang, itu lebih baik dari yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sesuai dengan Dzat dan Sifat-sifat-Nya. Dan lebih kekal karena tidak terputus. Sebagaimana firman Allah โ€“Taโ€™ala- ุจู„ ุชุคุซุฑูˆู† ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ ุฎูŠุฑ ูˆุฃุจู‚ู‰ โ€œTetapi kamu orang-orang kafir memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekalโ€. QS. Al Aโ€™la 16-17 Ayat ini menunjukkan bahwa jika seseorang memiliki obsesi yang bersifat duniawi dan sangat bersemangat untuk meraihnya, maka agar mengingat kembali rizeki Allah yang telah ia terima dan hendaklah menimbang-menimbang antara rizeki duniawi dan ukhrowi. Tafsir as Saโ€™dy/hal. 516 Sesungguhnya kebahagiaan anda adalah jika anda berbaik sangka kepada Allah, dan Allah โ€“subhanahu wa taโ€™ala- sesuai dengan prasangka baik hamba-Nya kepada-Nya. Dia adalah Dzat yang Maha Indah, dan Yang Patut kita bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun. Kebahagiaanmu juga berada pada keridhaanmu pada pilihan Allah, dan ketahuilah bahwa pilihan Allah buat anda itu pasti lebih baik dari pada pilihan anda sendiri, dan hendaklah anda selalu memohon keutamaan Allah, karena Allah Maha Mensyukuri Kebaikan, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana dan Maha Penyayang. Besegeralah anda bertaubat kepada Allah dari semua bisikan syetan yang bersemayam di hati anda, dan mengalir dalam tulisan dan lisan anda agar menentang ketentuan Allah, tidak puas dengan pembagian Allah, berburuk sangka kepada-Nya โ€“subhanahu wa taโ€™ala-. Ketahuilah bahwa nikmat-nikmat Allah kepada anda atau yang lainnya lebih banyak dari yang anda ketahui dan anda hitung selama ini. Allah โ€“subhanahu wa taโ€™ala- berfirman ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนูุฏูู‘ูˆุง ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุชูุญู’ุตููˆู‡ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุธูŽู„ููˆู…ูŒ ูƒูŽููŽู‘ุงุฑูŒ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… /34 . โ€œDan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari ni`mat Allahโ€. QS. Ibrahim 34 Dia juga berfirman ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุนูุฏูู‘ูˆุง ู†ูุนู’ู…ูŽุฉูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุชูุญู’ุตููˆู‡ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ูŽุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ ุงู„ู†ุญู„/18 . โ€œDan jika kamu menghitung-hitung ni`mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayangโ€. QS. An Nahl 18 Silahkan anda juga merujuk pada jawaban soal nomor 34170 dan 100942. Wallahu aโ€™lam.