Kesimpulannya pengaruh sosial-budaya yang merupakan dua elemen dasar pendukung bangunan cagar budaya Kompleks Masjid Agung Banten tidak mungkin dipisahkan, karena merupakan identitas peradaban di Banten. Kedua, masalah sosial budaya telah mengubah komponen kompleks Masjid Agung Banten, baik secara fungsi maupun makna. Secarakasat mata, masjid tersebut memang tampak dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa. Hal ini terlihat dari piring porselin Tiongkok yang ditempelkan di tembok-tembok masjid. Masjid Agung Demak juga mempunyai ornamen "kura-kura" yang digunakan sebagai sengkalan atau penanda tahun berdirinya masjid, yaitu 1401 Saka atau 1479 Masehi. Bangunanmasjid tersebut dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah dari Kerajaan Demak dibantu oleh para Walisongo.. Konon cerita masyarakat Demak, masjid agung Demak dulunya digunakan sebagai tempat berkumpulnya para wali atau Walisongo.Itulah sebabnya Demak dijuluki sebagai Kota Wali. Akulturasi budaya tersebut memengaruhi bentuk arsitektur bangunan yang berbeda dengan tempat ibadah Muslim Rokhim M.A., Banowati, E. and Setyowati, D.L. (2017) 'Pemanfaatan Situs Masjid Agung Demak Sebagai Sumber Belajar Sejarah Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Demak', Journal of Educational Social Studies Sementaradari segi arsitektur bangunan, Masjid Agung Demak menyimbolkan arsitektur bangunan bergaya tradisional Indonesia yang khas serta penuh makna. Meskipun dibangun dengan arsitektur tradisional dan sederhana, namun bangunan masjid mampu memberikan kesan mewah, megah, indah, anggun, dan berkarismatik. MasjidAgung Demak peninggalan kerajaan Demak, memiliki empat saka atau tiang utama. Keempat tiang tersebut memiliki tinggi 16 meter. Menurut cerita di kalangan masyarakat sekitar, keempat saka ini dibuat oleh empat wali, yaitu Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. MasjidAgung Demak membawa akulturasi budaya lokal jawa, hindhu-budha San islam yang menjadi ciri khas sekaligus keunikan arsitektur bangunannya, di antaranya adalah: Atap tumpang mirip punden berundak, menunjukkan hasil budaya lokal prasejarah di Indonesia. Atap tumpang ganjil sama dengan tingkat pura hindhu berjumlah 3-11 tingkat. PeninggalanKerajaan Mataram Islam. 1. Keraton Kesultanan Yogyakarta. Keraton Yogyakarta atau Keraton Kasultanan Yogyakarta dibangun pada tahun 1755 Masehi. Pada bagian utara keraton terdapat alun-alun utara dan Masjid Agung di bagian sebelah barat. Sedangkan di bagian selatan keraton, terdapat alun-alun selatan dengan ukuran lebih kecil MasjidDemak yang merupakan peninggalan bersejarah kerajaan Islam Demak ini, tetap berdiri kokoh di Jl Sultan Patah, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jateng.

Masjid kebanggaan warga Bintorosebutan tlatah Demak ini memiliki ciri arsitektur yang khas. KerajaanIslam di Jawa ini merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia yang masih terus diabadikan hingga saat ini. Ada tiga kerajaan Islam yang pernah berdiri di Jawa, yaitu Kerajaan Demak, Kerajaan Pajang, dan Kerajaan Mataram. Ketiga kerajaan ini memiliki sejarah yang unik dan berbeda satu sama lainnya. nWjuxA.