Adabeberapa alasan pemilihan metode demonstrasi pada pembelajaran Fisika, yaitu jika: 1) peralatan dan bahan yang tersedia di laboratorium tidak memadai untuk eksperimen; 2) menggunakan bahan praktikum yang berbahaya; 3) menggunakan alat-alat yang tidak boleh dioperasikan oleh siswa; 4) konsep yang didapat dari percobaan harus dijelaskan tahap
Tabelhasil belajar fisika materi getaran dan gelombang untuk siswa tunarungu kelas VIII dalam 3 tahun terakhir merupakan tingkat pe- nguasaan materi yang diperoleh dari hasil pembelajaran dikelas.Siswa tunarungu yang ada di SLB N 1 Kotagajah pada dasarnya memiliki tingkat kecerdasan yang baik dan setara dengan anak normal.
Tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :Untuk mengetahui proses dan hasil dari penerapan pembelajaran metode peta konsep untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Labuhan Haji semester Ganjil tahun pelajaran 2018/2019.
PembelajaranFisika Gampang Asyik dan Menyenangkan di Tokopedia β Promo Pengguna Baru β Cicilan 0% β Kurir Instan. Beli Pembelajaran Fisika Gampang Asyik dan Menyenangkan di The Books Onshop. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia!
yangmenyenangkan dalam proses pem- belajaran. Menyenangkan yang di-maksud yaitu guru bisa membuat siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada saat belajar. Tujuan pembelajaran fisika yang dicanangkan Depdiknas adalah agar siswa menguasai konsep dan prinsip fisika untuk mengembangkan penge-tahuan, keterampilan
YIRaa. Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang berkaitan erat dengan kehidupan. Atrikel ini akan membahas Tips belajar fisika supaya menyenangkan, asal mengetahui dasar dan cara belajar yang tepat. Sejatinya ada banyak cara belajar mulai kelompok atau les privat di Edumaster. Sebagai lembaga kursus privat yang profesional dan terpercaya, berikut ini ia paparkan tips belajar fisika agar mudah dikuasai. Inilah Tips Belajar Fisika Agar Mudah DitaklukkanUbah Mindset Bahwa Fisika MenyenangkanPahami Konsep Terlebih DahuluBelajar Dari Materi yang Paling MudahRajin BerlatihJangan Lupa untuk MencatatPilih Cara Belajar yang SesuaiCara Menyenangkan Belajar Fisika Bertanya kepada guruMengingat rumus dengan cara menyenangkanMembuat kelompok belajarBelajar mandiri atau privatKenapa Harus Belajar Fisika?Salah satu ilmu yang menantangBermanfaat untuk peluang studi berikutnyaBerguna dalam kehidupanMenjadi peluang untuk mendapatkan kerjaMembuat otak tetap berpikir Inilah Tips Belajar Fisika Agar Mudah Ditaklukkan Ubah Mindset Bahwa Fisika Menyenangkan Salah satu hal yang membuat banyak orang berpikir jika fisika merupakan pelajaran yang sulit adalah mindset dari diri mereka sendiri. Agar belajar fisika menjadi kegiatan yang menyenangkan ubah cara pandang dan atur dalam pikiran bahwa fisika merupakan mata pelajaran yang mudah untuk dipelajari. Memang bukan hal yang mudah untuk mengubah mindset tersebut. Namun dengan menerapkannya paling tidak anak akan terbiasa dan sedikit demi sedikit hingga menjadi sebuah kebiasaan. Dengan menerapkan tips belajar fisika ini, belajar tak lagi menjadi beban justru menjadi suatu kegiatan yang mengasyikkan. Pahami Konsep Terlebih Dahulu Supaya memahami setiap materi, akan lebih baik jika dimulai dari paham konsep ilmu fisika terlebih dahulu. Akan menjadi sebuah hambatan jika tiba-tiba harus menghafal atau menggunakan sebuah rumus tanpa mengetahui tujuan menggunakannya. Selain rumus, singkatan juga perlu untuk dipelajari paham maksud dan tidak salah arti. Dengan memahami konsep dari awal, belajar tidak hanya mudah tapi lebih cepat dicerna oleh otak. Cara belajar fisika yang menyenangkan lewat dengan memahami konsep ini juga menjadi gambaran umum yang nantinya akan membawa setiap orang untuk belajar lebih spesifik. Belajar Dari Materi yang Paling Mudah Tips belajar fisika berikutnya yaitu, mulai belajar dari materi yang paling mudah atau setidaknya yang paling dikuasai. Hal ini merupakan kegiatan dasar yang biasa dilakukan ketika belajar, tidak hanya fisika saja namun semua mata pelajaran. Belajar dari materi yang mudah akan membuat otak mengingat kembali materi yang pernah dipelajari sebelumnya. Uniknya dengan belajar dari hal yang mudah akan menjadi parameter bahwa sang anak benar-benar menguasai materi tersebut. Selain itu, materi tersebut biasanya akan berkaitan dengan materi selanjutnya yang akan dipelajari, maka tidak heran jika cara ini menjadi tips belajar fisika efektif khususnya bagi para pemula atau yang sudah lama tidak mempelajari ilmu tersebut. Rajin Berlatih Setelah mempelajari materi yang mudah, jangan lupa untuk berlatih soal-soal agar semakin paham. Sama seperti yang sebelumnya, kerjakan latihan soal dari yang termudah dahulu sebagai pemanasan baru beralih ke soal yang lebih sulit. Salah satu tips mudah belajar fisika SMA bisa mulai mengerjakan latihan di buku pegangan yang dimiliki karena biasanya buku tersebut tidak hanya materi namun juga soal latihan. Sulit menemukan sumber latihan? Manfaatkan kecanggihan teknologi dengan mencarinya di internet atau meminjam bank soal dari teman kelas yang berbeda. Ada banyak cara mendapatkan soal-soal latihan fisika yang dapat digunakan sebagai bahan latihan. Dengan rajin berlatih, anak akan semakin paham dan setidaknya menguasai pelajaran yang telah diterangkan oleh guru di sekolah. Jangan Lupa untuk Mencatat Tips belajar fisika yang tak kalah penting yaitu mencatat setiap materi yang tidak dimengerti. Kegiatan ini sangat penting, karena dengan mencatat anak bisa mengetahui bagian atau materi apa yang menurutnya sulit untuk dipahami. Terlebih hasil tulisan sendiri akan mudah dipahami karena ditulis sesuai dengan kebutuhan dan gaya masing-masing. Pastikan mencatat materi yang telah diterangkan dengan rapi dan terkonsep, sebab dengan begitu tulisan lebih enak dibaca pun dipelajari. Ada beberapa cara agar catatan tampak lebih menarik yaitu dengan menambahkan garis atau warna yang beragam dari spidol atau pulpen. Dengan begitu, semangat untuk belajar akan semakin tinggi. Pilih Cara Belajar yang Sesuai Terlepas dari semua tips di atas, paling penting adalah cara belajar yang menyenangkan. Hal ini sangat penting, karena jika menerapkan cara belajar yang salah alih-alih memahami pelajaran, anak justru merasa bosan atau bahkan tertekan. Oleh karena itu, kenali dan pahami tips belajar fisika efektif supaya materi masuk dalam ingatan. Cara Menyenangkan Belajar Fisika Setelah mengetahui tips belajar fisika, terapkan dengan baik agar ilmu fisika bisa dipahami dengan mudah. Kini, langkah berikutnya yaitu bagaimana caranya membuat belajar yang menyenangkan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini; Bertanya kepada guru Sesaat setelah guru menjelaskan biasanya, akan diberikan kesempatan bertanya. Pada saat itulah, waktu yang tepat untuk menanyakan bagian mana saja yang kurang dimengerti. Materi fisika yang berisikan banyak teori dan rumus rumit membuat beberapa anak kesulitan. Oleh sebab itu, manfaatkan momen tersebut untuk bertanya. Mengingat rumus dengan cara menyenangkan Bukan hal baru lagi jika fisika mempunyai banyak rumus. Beberapa anak kerap kesulitan dan menganggap rumus sebagai momok yang menakutkan. Menghafal rumus bukan hal mudah, terlebih dengan jumlah yang sangat banyak. Alih-alih menghafal cobalah untuk mengingatnya agar tidak terbebani dengan anggapan tersebut. Untuk mensiasati anggapan tersebut ada baiknya mengingatnya dengan cara yang menyenangkan seperti membuat lagu dengan lirik rumus-rumus di dalamnya. Selain lagu, bisa pula mengingat rumus dengan cara jembatan keledai. Maksudnya mengingat rumus pokok terlebih dahulu baru rumus turunannya. Dengan begitu, rumus bukanlah hal yang perlu ditakutkan lagi. Membuat kelompok belajar Cara yang cukup menyenangkan untuk belajar fisika yang kedua yaitu dengan membentuk kelompok belajar. Belajar berkelompok biasanya disukai anak-anak karena selain dapat bekerja sama, mereka lebih leluasa mengeluarkan pendapatnya. Selain itu, tips mudah belajar fisika SMA ini bisa diterapkan baik dalam kelas ataupun di luar kelas. Jika menemukan kecocokan setiap anak akan senang belajar dengan kelompoknya, sehingga bukan tidak mungkin untuk menciptakan suasana belajar fisika yang menyenangkan. Belajar mandiri atau privat Selain belajar kelompok, cara berikutnya yaitu dengan belajar mandiri atau bisa juga mengambil les privat fisika. Beberapa anak terkadang lebih menyukai belajar dalam keheningan dengan caranya sendiri tanpa diinterupsi orang lain. Oleh karena itu, belajar mandiri ini sangat dianjurkan bagi mereka. Selain itu, jika ingin ditangani oleh guru profesional di luar seolah Anda bisa mengambil les privat. Anda bisa memilih Edumaster sebagai lembaga les privat fisika, karena tidak hanya memberikan layanan privat namun juga menjadi sahabat anak ketika belajar. Selain itu, kurikulum yang digunakan tidak hanya bertaraf nasional namun juga internasional. Kenapa Harus Belajar Fisika? Sebagai salah satu studi yang cukup tua, fisika memiliki peran pengetahuan yang cukup penting dalam kehidupan. Terdapat banyak manfaat yang diperoleh jika mempelajari ilmu tersebut, antara lain sebagai berikut. Salah satu ilmu yang menantang Banyak yang menyebut jika fisika adalah gabungan antara matematika dan ilmu pengetahuan alam. Memang tak bisa dipungkiri, jika fisika tidak hanya menjelaskan tentang teori saja, namun juga rumus-rumus di dalamnya terlepas materi untuk anak sekolah atau perguruan tinggi. Mempelajari fisika juga harus memiliki kemampuan berhitung yang kuat karena di beberapa soal kerap kali menemukan rumus rumit. Selain itu, mampu berpikir secara analitis karena dalam belajar fisika sering muncul ilmu dan konsep baru. Oleh sebab itu, banyak yang menyebut bahwa fisika adalah ilmu menantang yang menggabungkan banyak konsep di dalamnya. Bermanfaat untuk peluang studi berikutnya Mempelajari fisika secara mendalam akan menjadi pintu gerbang distudi berikutnya khususnya bagi pelajar SMA. Bagi beberapa individu yang ingin mendalami ilmu fisika dan mendapatkan gelar sarjana bahkan master baik itu di bidang fisika murni, terapan, kosmologi dan astrofisika. Akan sangat cocok untuk belajar fisika sejak dini apabila memiliki tekad kuat untuk menjadi seorang yang ahli dalam bidang tersebut, karena sejatinya ilmu fisika tidak hanya berguna dalam pendidikan namun juga kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, gunakan tips belajar fisika efektif dan efisien agar peluang masuk perguruan tinggi juga semakin lebar. Berguna dalam kehidupan Pernahkah terlintas di benak Anda jika ilmu fisika selalu mengelilingi kehidupan kita? Banyak yang tidak sadar bahwa fisika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sebut saja gravitasi dan energi. Selain itu, teknologi modern yang biasa digunakan setiap hari tidak lepas dari ilmu fisika. Tidak hanya menambah wawasan, belajar fisika akan sangat berguna bagi kehidupan. Banyak ilmu dalam fisika yang bisa digunakan sebagai penjelasan alam semesta, sebut saja tata surya, fenomena alam hingga cara kerja hal-hal kompleks lainnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mempelajari disiplin ilmu tersebut baik secara mandiri atau berkelompok. Menjadi peluang untuk mendapatkan kerja Ilmu fisika merupakan ilmu sains. Banyak yang beranggapan bahwa setiap lulusan ilmu fisika akan menjadi seorang ilmuwan. Padahal sebenarnya ada banyak pekerjaan yang cocok untuk lulusan ilmu sains ini selain menjadi ilmuwan. Meskipun akan lebih mudah jika bekerja sesuai dengan ilmu relevan yang pernah dipelajarinya. Beberapa jenis pekerjaan yang bisa digeluti oleh lulusan fisika selain menjadi ilmuwan antara lain analis laboratorium, ahli matematika, guru bahkan bekerja di bidang teknologi. Dengan banyaknya jenis pekerjaan dari berbagai sektor menjadi alasan kuat mengapa ilmu fisika amat berguna. Pelajari ilmu tersebut dengan baik dan ikuti tips belajar fisika di atas. Membuat otak tetap berpikir Seperti yang telah disebutkan sebelumnya jika fisika merupakan gabungan ilmu sains dan matematika. Berkembangnya ilmu ini turut berperan untuk membuat otak terus aktif dan berpikir ketika mempelajarinya. Perkembangan ilmu fisika dari waktu ke waktu menjadikan Anda khususnya penggemar sains turut ikut andil di dalamnya. Dari perkembangan tersebut banyak yang menyebut jika fisika tidak hanya mempelajari tentang teori namun juga lebih dinamis dengan bukti-bukti nyata di sekitarnya. Atas dasar itulah, kenapa fisika sangat cocok untuk membentuk pemikiran kritis dan terbuka. Itulah beberapa tips belajar fisika yang dapat dilakukan. Supaya belajar semakin menyenangkan Anda bisa memilih kursus Edumaster. Layanan privat yang memfokuskan kepada pengembangan motivasi dan skill tersebut tidak hanya memberi pengajaran kepada siswa namun juga turut menciptakan perkembangan yang positif secara akademik.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Proses pembelajaran selama ini masih didominasi oleh guru sehingga belum memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikir. Cara guru mengajar yang hanya satu arah teacher centered menyebabkan penumpukan informasi atau konsep saja yang kurang bermanfaat bagi siswa. Guru selalu menuntut siswa untuk belajar, tetapi tidak mengajarkan bagaimana siswa seharusnya belajar dan menyelesaikan masalah. Berlakunya kurikulum merdeka menuntut perubahan paradigma pembelajaran salah satunya adalah pembelajaran yang berpusat pada guru beralih pada siswa student centered. Tetapi, masalah lain pun muncul dikarenakan jumlah alat praktikum yang masih terbilang minim yang membuat siswa, kurang bersemangat dalam melakukan kegiatan praktikum, hal ini dikarenakan ketika melakukan praktikum harus bergantian satu teman dengan teman yang untuk mengatasi hal tersebut, maka apa yang harus kita lakukan sebagai pendidik???? Berdasarkan pengalaman pribadi, penulis mencoba menggunakan model pembelajaran dengan mengunakan media visual berupa youtube, untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, dengan asumsi siswa mampu menerima pembelajaran yang kita berikan, tetapi masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan melalui media visual berupa youtube dan masih kesulitan untuk mengikuti penjelasan materi melalui youtube walaupun sudah diulang dan diputar berkali-kali. Sebagai pendidik tentunya kita tahu memang latar belakang dari siswa sangat beragam dan berbeda-beda kebutuhannya. Tentunya kita harus bisa memberikan pembelajaran klasikal yang disesuaikan dengan kemampuan klasikal siswa, dimana memperhatikan kemampuan anak yang cepat dan lambat dalam menerima penjelasan materi. Lalu apa yang harus kita lakukan para sahabat pedidik...? nah sedikit saran berdasarkan pengalaman penulis sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Sale Kabupaten Rembang yang banyak sekali halang rintangnya, yang penulis lakukan adalah menggunakan virtual lab "phet". Dengan menggunakan virtual lab "phet", dapat melakukan praktikum fisika secara virtual, sehingga para siswa dapat praktik secara mandiri maupun berkelompok. Nah dengan hal ini pendidik dapat dengan leluasa menggunakan strategi pembelajaran yang diinginkan. Pendidik dapat menggunakan berbagai model, pendekatan, metode, media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Misalkan ada pertanyaan "bagaimana jika menggunakan metode diskusi kelompok? Apakah tetap masih bisa berjalan?" jawabannya adalah sangat bisa. Karena dengan menggunakan virtual lab tersebut, siswa dapat leluasa mencoba berbagai macam praktikum yang ada di virtual lab tersebut. Sehingga akan menumbuhkan rasa senang siswa terhadap materi yang kita menggunakan media virtual lab tersebut, dapat sedikit membantu terutama dalam belajar Fisika dalam mata pelajaran IPAs. Jika ada solusi lain dari teman-teman pendidik sekalian dimohon untuk memberikan sarannya demi membangun pendidik dan siswa di era milenial menuju pendidikan abad 21 dan masa depan yang serba Unik Setyorini Lihat Pendidikan Selengkapnya
Pengertian Metode Metode berasal dari kata metodos yang merupakan dua unsur kata Yunani yaitu Metha yang berarti melewati dan Hodos yang berarti jalan sehingga metode adalah jalan yang dilewati. Setiap jalan yang dilewati psti akan menuju satu titik akhir maka secara implisit Nata 2009 yang dimuat dalam jurnal daniel akbar mendefenisikan metode sebagai jalan yang ditempuh untuh mencapai tujuan. Metode Pembelajaran Kerja Kelompok Defenisi Pembelajaran Kerja Kelompok Pembalajaran kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar dengan cara berkelompok-kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas yang dirasa perlu dikerjakan secara bersama-sama. Pembelajaran kerja kelompok sangat berpengaruh dalam memotifasi belajar bagi para peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PAI. Dikatakan sedemikian, karena disebabkan Para peserta didik akan lebih terpacu untuk mencari hal-hal yang belum mereka ketahui dengan cara berdiskusi dengan para satuan kelompok mereka. Pembelajaran kerja kelompok mengandung pengertian bahwa para peserta didik dilatih membentuk suatu kepribadian kesatuan serta kebersamaan, karena dengan cara seperti ini peserta didik yang kemampuannya kurang pandai dapat bekerja sama saling tukar pengetahuan dengan peserta didik yang lebih pandai. Penerapan Pembelajaran Kerja Kelompok. Pengkelompokan dapat dilakukan oleh anak didik sendiri, namun biasanya dalam pemilihan kelompok seperti ini didasarkan atas pemilihan teman yang lebih dekat atau lebih initm. Pengkelompokan dapat pula dilakukan oleh pendidik atas pertimbangan-pertimbangan, diantaranya untuk membedakan anak didik yang cerdas , normal, dan lemah. Akan tetapi untuk pengkelompokan seperti ini tugas seorang pendidik sebagai pembimbing akan tersa lebih berat, karena harus secara cermat memperhatikan anak didik yang lemah agar jangan sampai terlalu dirugikan. Sedangkan bagi yang cerdas jangan ada annggapan bahwa dengan adanya kelompok tidak memberi manfaat baginya. Maka dalam hal ini pendidik harus memberikan tugas kepada yang lebih cerdas untuk membantu rekan-rekannya yang dibawahnya lemah. Pendidik dalam menentukan katagori anak yang cerdas dan yang lemah tidak hanya melihat dari nilai yang ada dalam rapor atau hasil tugas sehari-hari, tetapi harus dilihat juga dari kepribadian anak didik yang teori crow and crow ciri-ciri anak yang superior hebat adalah β Observasinya tajam, cepat dan jelas dalam mengatasi pelajaran.β Cepat memberikan jawaban apabila menerima pertanyaan.β Pemahamannya baik dan teratur.β Pemikirannya terang dan logis. Ciri-ciri anak yang lamban adalah Perhatiannya kurang dan jangkauan pikirannya kesukaran-kesukaran dalam memusatkan berpartisipasi dalam kegiatan akademis dan menjadi bingung dalam menghadapi masalah Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Kerja Kelompok Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran kerja kelompok, hal ini disebabkan tiap-tiap individu peserta didik berbeda-beda dalam pengetahuannya maupun kepribadiannya, Berikut beberapa kelebihan serta kekurangannya Kelebihan β Memacu motivasi peserta didik untuk aktif belajar. β Menciptakan rasa kebersamaan serta bekerja sama. β Menanamkan solidaritas antar teman dalam kelompok. β Memudahkan meleksanakan tugas dari pendidik. β Menanamkan pentingnya musyawarah dalam memecahkan suatu masalah. Kekurangan Peserta didik yang mempunyai pengetahuan lemah akan diremehakan oleh yang lebih bagi peserta didik pandai yang merasa rekan sekelompok tidak memberi kemanfaatan malas kerena jauh dari pantauan pendidik. Manfaat Apabila pendidik dalam menghadapi anak didik dikelas merasa perlu membagi-bagi anak didik dalam kelompok untuk memecahkan suatu masalah atau untuk menyerahkan suatu tugas pekerjaaan yang perlu untuk dikerjakan bersama-sama maka mengajar dengan cara kerja kelompok sangatlah tepat untuk dilaksanakan Sistem belajar kelompok di rumah bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap bahan belajar yang diberikan pendidik di sekolah. Tujuan tersebut jelas akan bermanfaat bagi peserta didik peserta diskusi kelompok. Manfaatnya antara lain meningkatkan pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang diajarkan pendidik di kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dengan baik. c.menumbuhkembangkan rasa sosial di antara sesama peserta sikap dan kerja sama dalam sebuah komunitas atau ajang saling berbagi ilmu kemampuan peserta didik untuk berdiskusi dan berdebat secara sehat. Metode Demonstrasi Pengertian Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah cara yang digunakan dalam penyajian pelajaran dengan cara meragakan bagaimana membuat, mempergunakan serta mempraktekkan suatu benda atau alat baik asli maupun tirua, atau bagaimana mengerjakan sesuatu perbuatan atau tindakan yang mana dalam meragakan disertai dengan penjelasan lisan. Contohnya misalnya mendemonstrasikan suatu alat, atau dalam mata pelajaran PAI dalam praktik wudhu dapat diperlihatkan tata cara berwudhu yang baik. Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode Demonstrasi Mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berkaitan dengan mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu atau menggunakan komponen-komponen sesuatuMembandingkan suatu cara dengan cara lainMengetahui atau melihat kebenaran sesuatuIngin menunjukkan suatu keterampilan. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi Tahap persiapan Menetapkan tujuan demonstrasiMenetapkan langkah-langkah demonstrasiSiapkan alat atau benda yang dibutuhkan untuk demonstrasi. Tahap pelaksanaan Mendemonstrasikan sesuatu sesuai dengan tujuan yang disertai dengan penjelasan lisanMemberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan tanya jawabMemberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba dan mempraktekkan. Tahap tindak lanjut dan evaluasi Menugaskan kepada peserta didik untuk mencoba dan mempraktekkan apa yang telah diperagakanMelakukan penelitian terhadap tugas yang telah diberikan dalam bentuk karya atau perbuatan. Sisi Positif Metode Demonstrasi Membuat pelajaran lebih menarik, lebih jelas dan lebih pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang didik dituntut aktif dalam bentuk melakukan pengamatan membandingkan antara teori dan kenyataan serta mempraktekkan secara langsung. Sisi Negatif Metode Demonstrasi Pendidik dituntut memiliki keterampilan khusus terhadap hal-hal yang memenuhi semua peralatan atau benda yang dibutuhkan untuk keperluan persiapan dan perencanaan yang matang. Metode Eksperimen Pengertian Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah cara mengajar dengan cara peserta didik diajak untuk melakukan serangkaian percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari secara teori. Metode ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami, melakukan sendiri, mengamati suatu objek, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri dan mencari kebenaran. Contohnya untuk membuktikan hukum Azas Black bahwa kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima dapat dibuktikan dengan melakukan eksperimen di laboratorium dengan menggunakan alat kalorimeter. Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode Eksperimen Pembelajaran yang menghendaki peserta didik menunjukkan keterampilan penjelasan mengenai proses terjadinya sesuatu benda atau hal atau proses penarikan kesimpulan. Langkah-langkah Penggunaan Metode Eksperimen Tahap persiapan/perencanaan Menetapkan tujuan petunjuk dan menetapkan langkah-langkah pokok eksperimenMempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan eksperimen Tahap pelaksanaan eksperimen Mengikutsertakan seluruh peserta didik dalam kegiatan pengamatan maupun kembangkan sikap kritis melalui kegiatan tanya jawab, dan diskusi tentang masalah yang kesempatan setiap peserta didik untuk melakukan percobaan sehingga peserta didik merasa yakin tentang kebenaran suatu penilaian dari kegiatan peserta didik, dalam melakukan eksperimen tersebut mulai saat persiapan dan pada waktu pelaksanaan Sisi Postif Metode Eksperimen Memberikan pengalaman praktis kepada peserta kepercayaan atas kesimpulan berdasarkan dan memupuk peserta didik menjadi ahli peneliti yang dapat menghasilkan penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi umat jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam diri peserta didik berkaitan dengan hal yang diujicobakan Sisi Negatif Metode Eksperimen Memerlukan waktu yang ini lebih sesuai digunakan untuk bidang sains dan akan mengalami kesulitan bila langsung mengadakan berbagai fasilitas dan peralatan dalam keuletan, ketelitian dan ketabahan peserta didik dalam semua eksperimen menghasilkan seperti apa yang diharapkan atau yang diteorikan, karena adanya faktor-faktor di luar jangkauan atau pengendalian pendidik atau peserta didik. Metode Resistasi Pengertian Metode Resistasi Metose resistasi atau resistatin method adalah salah satu bentuk metode pembelajaran dimana peserta didik diberikan pemahaman terhadap materi pembelajaran melalui tugas. Syaiful Sagala 2003 219 memberikan defenisi tentang metode resistasi yaitu Γ’β¬Εmetode resistasi atau penugasan adalah penyajian bahan dimana pendidik memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan Pendapat lainnya menyatakan bahwa metode resistasi disebut juga metode pekerjan rumah dimana pendidik memberikan tugas tertentu kepada peserta didik diluar jam pelajaran Zuhraini,dkk,1983 96 . Dapat disimpulkan bahwasanya metode resistasi adalah metode pembelajaran dengan pemberian tugas setelah melakukan pembelajaran dan tugas dikerjakan diluar jam pelajaran sekolah. Pemberian tugas pada hakikatnya adalah mengarahkan peserta didik agar melakukan hal-hal bermanfaat disetiap waktunya sehingga akan terjadi perkembangan pengetahuan yang dimiliki. Pemberian tugas sitasi kepada peserta didik dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebelum pembelajaran yang dikenal dengan presistasi. Presistasi dimaksudkan untuk mengarahkan perhatian peserta didik terhadap motivasi dan kesiapan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran Purwati,199711, dikutip dari jurnal Hertali vita pramanta. Dan yang kedua yaitu setelah melakukan pembelajaran, inilah yang disebut dengan resistasi sebagaimana yang telah didefenisikan diawal tadi. Tujuan Pembelajaran Resistasi Pemberian tugas pada dasarnya upaya pembimbingan yang dilakukan seorang pendidik saat peserta didik tidak dalam pengawasan mereka. Adapun beberapa tujuan yang diharapkan dari penerapan model pembelajaaran resistasi ini menurut Winarno Surachmat 197991 seperti ini adalah Merangsang agar peserta didik berusaha lebih baik memupuk inisiatif , bertanggung jawab dan berdiri sendiriMembawa kegiatan-kegiatan sekolah yang berharga kepada minat peserta didik yang masih terluang waktu dari pada peserta didik agar dapat digunakan lebih konstruktifMemperkaya pengalaman sekolah dengan memulai kegiatan diluar sekolahMemperkaya hasil belajar disekolah dengan menyelenggaraka latihan yang perlu integrasi dan penggunaannya. Langkah-Langkah Penerapan Dalam pelaksanan suatu metode ada langkah-langkah Γ khusus yang harus diperhatikan agar metode tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Adapun hal-hal khusus yang harus diperhatikan dalam melaksanakn metode resistasi yaitu Pendidik Seorang pendidik dalam memberikan beberapa aspek penting yaituMempertimbangkan apakah tugas tersebut akan dikerjakan secara individu atau kelompokMempertimbangkan tingkat kemampuan dan kecerdasan peserta didikMudah dimengerti maksud dan tujuan pemberian tugas oleh peserta didikSelalu memantau apakah ada kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menyelesaikan tugas yang diberikan jika tugas diberikan dalam bentuk latihanSelalu siap untuk melayani pertanyaan peserta didik jika ada materi yang belum jelas atu yang belum dimengertiTidak membebani peserta didik secara berlebihan. Oleh karena itu frekuensi pemberian tugas harus tugas yang diberikan bisa berupa merangkum, membuat makalah, menyelesaikan soal, observasi, demonstrasi dan menyelesaikan proyek tertentu Peserta Didik Menurut soekamto 1997 dalam jurnal Danil Akbar dan Yoni Hermawan yang diterbitkan oleh Universitas Galuh, ada beberapa hal yang harus dituruti peserta didik, diantaranya Memilih dan mendiskusikan tugas dengan pendidikMenerima dan melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh pendidikMenyusun rencana penyelesaian tugasMencari sumber-sumber dataMengolah data baik individu maupun kelompokMenyerahkan tugas yang telah diselesaikan Kelebihan Sangat baik untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal kondusifMemupuk ras tanggung jawab terhadap semua jenis pelajaranMenumbuhkan kebiasaaan giat belajar Kekurangan Seringnya tugas rumah dikerjakan orang lainBanyak peserta didik yang hanya menyelesaikan tugas bukan mengerjakannyaSulitnya memberikan tugas di kelas yang bersifat heterogen karena perbedaan kemampuanKapasitas tugas yang melebihi batas akan membuat perspeksi negatif bagi peserta didik khususnya di tingkat awal Contoh kegiatan Sebelum melaksanakan pembelajaran diberikan suatu pre-test atau presistasi guna melihat pengetahuan dasar peserta didik terkait materi yang diajarkan. Metode Pembelajaran Drill Pengertian Metode Drill Secara defenisi yang diungkapkan oleh Rostiyah 2001125 bahwa yang dikatakan dengan metode driil yaitu suatu cara mengajar yang mana peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan , agar peserta didik memiliki ketangkasan dan keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. Dalam versi lain Jeremy Harmer menyatakaan seperti yang dimuat dalam Iam Samsiah 2014 6 bahwa method of driil are thechniquewhere teacher aks student to repeat word and phrases, either in chorus or individually, and then gets them to practise substituted but similar phrase, still under the teacherΓ’β¬β’s direction. Selanjutnya Sri Anitha 200918 menyatakan bahwa metode drill atau latihan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan yang telah dipelajari oleh peserta didik sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Hamdani juga memberikan defenisi tersendiri tentang metode drill, menurutnya metode drill yaitu metode yang mengajarkan peserta didik agar peserta didik memiliki ketegasan dan keterampilan yang lebih tinggi dari hal-hal yang teah beberapa pendapat tentang defenisi metode drill dari para ahli tersebut maka dapat kita simpulkan defenisi dari metode drill yaitu suatu metode pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan latihan yang berkaitan dengan materi pelajaran guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan materi tersebut. Tujuan Pembelajaran Melalui Methode Drill Untuk memperjelas kategori yang ditonjolkan oleh suatu metode maka ada yang disebut dengan tujuan pembelajaran bermetode. Adapun tujuan pembelajaran yang diharapkan dengan memanfaatkan metode drill menurut Siti Nurhidayati 201014 adalah sebagai berikutMemiliki keterampilan motorik gerak seperti menghfal kata-kata, menulis, menggunakan alat, membuat sutu bendaMengembangkan kecakapan intelek seperti mengalikan membagi, menjumlahkan, mengurangi akardalam hitungan mencongkak, mengenal benda/bentuk dalam pelajaran static, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca dan sebagainyaMemiliki kemampuan menghubungkan atau mengkorelasikan dan juga kemampuan membandingkan sesuatu keadaan dengan yang lainnya sebagai hubungan sebab akibat. Hal-Hal yang harus diperhatikan dalam penerapan metode drill Dalam melaksanakan suatu instrument ataupun sistem maka ada hal-hal khusus yang harus diperhatikan agar instrument dan sistem dapat berjalan lancar sesuai rencana. Adapun hal-hal yang menjadi catatan khusus dalam pengaplikasian metode belajar drill yaituSifat dan jenis latihan yang diberikan. Sebagai catatan dalam melaksanakan metode drill seorang pendidik dituntut kreatif dalam memberikan bentuk latihan karena pada prinsipnya peserta didik akan bosan dengan mengulangi hal-hal yang sama dalam jangka waktu yang lama. Artinya setiap pertemuan bentuk latihan yang diberikan harus berbeda dari yang sebelumnyaSeorang pendidik yang menggunakan metode drill sejatinya harus paham nilai dari latihan yang diberikan baik dari aspek fisik ataupun mental serta aspek koognitif,afektif dan psikomotornya. Maka dari itu seorang pendidik harus bisa mengaitkan semua aspek tersebut kedalam latihan yang diberikan dan menemukan keterkaitannya dengan materi yang sedang dipelajari. Prinsip dan Ketentuan Pelaksanaan Metode Drill Beberapa prinsip yang harus dipertahankan dalam melaksanakan metode drill adalah Peserta didik harus diberikan pengertian yang mendalam sebeblum melaksanakan latihan tertentuLatihan yang pertama hendaknya bersifat diagnosisLatihan dilakukan secara rutinLatihan harus sesuai dengan tingkat kemampuan pesertaProses latihan hendaknya mementingkan hal-hal yang bersifat esensial dan berguna. Adapun menurut hamdani 2011273 dalam bukunya menyatakan bahwa ketentuan pelaksanaan metode belajar drill yaitu Latihan TerkontrolPendidik meberikan latihan soal dan meminta peserta didik untuk mengerjakannyaPendidik memberi rahan dan petunjuk-petunjuk dalam menyelesaikan tugas yang diberikanPendidik memberikan bantuan kepada peserta didik yang membutuhkan bantuan ataupun yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas tersebutPendidik memberikan perbaikan atau jawaban yang benar dri soal tersebut setelah peserta didik selesai mengerjakannya Latihan MandiriPendidik memberikan beberapa soalPendidik meminta peserta didik untuk menyelesaikan soal tersebut dengan memberikan waktu yang cukupPendidik mengumpulkan hasil kerja peserta didik tersebutPendidik menilai hasil pekerjaan peserta didik Kelebihan Menurut Hamdani 2011, kelebihan metode ini yaitu Ketegasan dan keterampilan peserta didik meningkat lebih tinggi dari hal-hal yang dipelajariSeorang peserta didik benar-benar mengerti hal-hal yang telah dipelajari karena langsung diingatkan dengan latihan yang dikerjakanNana Sudjana1995 menambahkan,Dalam waktu singkat dapat diperoleh keterampilan dan penguasaan yang diharapkan. Kekurangan Menurut Nana Sudjana 1995 kekurangan dari metode ini yaitu Menghambat daya inisiatif dan eksploratif peserta didikKurang memperhatikan relevansi dengan lingkunganMembentuk kebiasaan-kebiasaan yang otomatis dan kakuHadja Sapoetra 2010 juga menyatakan kekurangan dari metode ini yaitu Dapat menimbulkan verbalisme terutama pada pelajaran yang bersifat menghafal. Dimana peserta didik terlatih untuk menguasai materi elajaran dengan cara menghafal dan secara otomatis mengingatkannya kepada pertanyaan penuntun tanpa membuat mereka berpikir logis. Contoh pelaksanaanSuatu pembelajaran yang ketika menyampaikan materi pelajaran pendidik menyelingi dengan memberikan latihan-latihan agar peserta didik tidak terpaku dengan penjabaran yang disampaikan oleh pendidik. Metode Pemecahan Masalah Defenisi Pemecahan Masalah Metode pemecahan masalah problem solving adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih peserta didik menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara masalah merupakan proses dari menerima tantangan dan usaha Γ’β¬β usaha untuk menyelesaikannya sampai menemukan penyelesaiannya. menurut Syaiful Γ Bahri Djamara 2006 103 bahwa Metode problem solving metode pemecahan masalah bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode lain yang dimulai dari mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Menurut 1987146 metode problem solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha untuk mencari pemecahan atau jawabannya oleh peserta didik. Sedangkan menurut Γ Gulo 2002111 menyatakan bahwa problem solving adalah metode yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Senada dengan pendapat diatas Sanjaya 2006214 menyatakan pada metode pemecahan masalah, materi pelajaran tidak terbatas pada buku saja tetapi juga bersumber dari peristiwa β peristiwa tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Ada beberapa Γ kriteria pemilihan bahan pelajaran untuk metode pemecahan masalah yaitu a Mengandung isu Γ’β¬β isu yang mengandung konflik bias dari berita, rekaman video dan lain Γ’β¬β lainb Bersifat familiar dengan peserta didikc Berhubungan dengan kepentingan orang banyakd Mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki peserta didik sesuai kurikulum yang berlakue Sesuai dengan minat peserta didik sehingga peserta didik merasa perlu untuk mempelajari Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Γ metode pemecahan masalah banyak digunakan pendidik bersama dengan penggunaan metode lainnya. Dengan metode ini pendidik tidak memberikan informasi dulu Γ tetapi informasi diperoleh peserta didik setelah memecahkan pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau problem solving merupakan bagian dari pembelajaran berbasis masalah PBL. Menurut Arends 2008 45 pembelajaran berdasarkan masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana peserta didik mengerjakan permasalahan yang otentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri. Pada pembelajaran berbasis masalah peserta didik dituntut untuk melakukan pemecahan masalah-masalah yang disajikan dengan cara menggali informasi sebanyak-banyaknya, kemudian dianalisis dan dicari solusi dari permasalahan yang ada. Solusi dari permasalahan tersebut tidak mutlak mempunyai satu jawaban yang benar artinya peserta didik dituntut pula untuk belajar secara kritis. Peserta didik diharapkan menjadi individu yang berwawasan luas serta mampu melihat hubungan pembelajaran dengan aspek-aspek yang ada di pendapat di atas maka dapat disimpulkan metode pembelajaran problem solving adalah suatu penyajian materi pelajaran yang menghadapkan peserta didik pada persoalan yang harus dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran ini peserta didik di haruskan melakukan penyelidikan otentik untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang diberikan. Mereka menganalisis dan mengidentifikasikan masalah, mengembangkan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis informasi dan membuat dari penggunaan metode problem solving pada proses belajar mengajar untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik. Menurut Djahiri 1983133 metode problem solving memberikan beberapa manfaat antara lain Mengembangkan sikap keterampilan peserta didik dalam memecahkan permasalahan, serta dalam mengambil kepuutusan secara objektif dan mandiriMengembangkan kemampuan berpikir para peserta didik, anggapan yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan makin bertambahMelalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses dalam situasi atau keadaan yang bener Γ’β¬β bener dihayati, diminati peserta didik serta dalam berbagai macam ragam altenatifMembina pengembangan sikap perasaan ingin tahu lebih jauh dan cara berpikir objektif Γ’β¬β mandiri, krisis Γ’β¬β analisis baik secara individual maupun kelompokPenyelesaian masalah. Menurut David Johnson dan Johnson dapat dilakukan melalui kelompok dengan prosedur penyelesaiannya dilakukan sebagai berikut 2002 117 1. Mendifinisikan MasalahMendefinisikan masalah di kelas dapat dilakukan sebagai berikuta Kemukakan kepada peserta didik peristiwa yang bermasalah, baik melalui bahan tertulis maupun secara lisan, kemudian minta pada peserta didik untuk merumuskan masalahnya dalam satu kalimat sederhana brain stroming. Tampunglah setiap pendapat mereka dengan menulisnya dipapan tulis tanpa mempersoalkan tepat atau tidaknya, benar atau salah pendapat Setiap pendapat yang ditinjau dengan permintaan penjelasan dari peserta didik yang bersangkutan. Dengan demikian dapat dicoret beberapa rumusan yang kurang relevan. Dipilih rumusan yang tepat, atau dirumuskan kembali rephrase, restate perumusan Γ’β¬β perumusan yang kurang tepat. akhirnya di kelas memilih satu rumusan yang paling tepat dipakai oleh semua. 2. Mendiagnosis masalahSetelah berhasil merumuskan masalah langkah berikutnya ialah membentuk kelompok kecil, kelompok ini yang akan mendiskusikan sebab Γ’β¬β sebab timbulnya masalah 3. Merumuskan Altenatif StrategiPada tahap ini kelompok mencari dan menemukan berbagai altenatif tentang cara penyelesaikan masalah. Untuk itu kelompok harus kreatif, berpikir divergen, memahami pertentangan diantara berbagai ide, dan memiliki daya temu yang tinggi 4. Menentukan dan menerapkan StrategiSetelah berbagai altenatif ditemukan kelompok, maka dipilih altenatif mana yang akan dipakai. Dalam tahap ini kelompok menggunakan pertimbangan- pertimbangan yang cukup cukup kritis, selektif, dengan berpikir kovergen Berdasarkan pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan langkah Γ’β¬β langkah yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam memberikan pembelajaran problem solving sebagai berikut 1. Merumuskan masalahDalam merumuskan masalah kemampuan yang diperlukan adalah kemampuan mengetahui dan merumuskan suatu masalah. 2. Menelaah masalahDalam menelaah masalah kemampuan yang diperlukan adalah menganalisis dan merinci masalah yang diteliti dari berbagai sudut. 3. Menghimpun dan mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesisMenghimpun dan mengelompokkan data adalah memperagakan data dalam bentuk bagan, gambar, dan lain-lain sebagai bahan pembuktian hipotesis. 4. Pembuktian hipotesisDalam pembuktian hipotesis kemampuan yang diperlukan adalah kecakapan menelaah dan membahas data yang telah terkumpul. 5. Menentukan pilihan pemecahan masalah dan keputusanPembelajaran problem solving ini memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun keunggulan model pembelajaran problem solving diantaranya yaitu melatih peserta didik untuk mendesain suatu penemuan, berpikir dan bertindak kreatif, memecahkan masalah yang di hadapi secara realistis, mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan, menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan, merangsang perkembangan kemajuan berpikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat, serta dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan khususnya dunia kelemahan model pembelajaran problem solving itu sendiri seperti beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misalnya terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan peserta didik untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Dalam pembelajaran problem solving ini memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Tahap Pembelajaran dengan menggunakan Metode Pemecahan Masalah 1 Γ Γ Γ Merumuskan masalahMengetahui dan merumuskan masalah secara jelas 2 Γ Γ Γ Menelaah masalahMenggunakan pengetahuan untuk memperinci menganalisa masalah dari berbagai sudut 3 Γ Γ Γ Merumuskan hipotesisBerimajinasi dan menghayati ruang lingkup, sebab Γ’β¬β akibat dan alternative penyelesaian 4Mengumpulkan dan Γ mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesisKecakapan mencari dan menyusun data menyajikan data dalam bentuk diagram,gambar dan tabel 5 Pembuktian hipotesisKecakapan menelaah dan membahas data, kecakapan menghubung Γ’β¬β hubungkan dan menghitungKetrampilan mengambil keputusan dan kesimpulan 6 Menentukan pilihan penyelesaianKecakapan membuat altenatif penyelesaian kecakapan dengan memperhitungkan akibat yang terjadi pada setiap pilihan DAFTAR PUSTAKA Anitha, S. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta Yama Pustaka. Dr. Daradjat metodik khususpengajaran agama islam,Jakarta bumi aksara Ahmad Sabri, teaching, press. Arends, Richard I. 2008 . Learning to Teach Belajar untuk Mengajar. Edisi Ketujuh/ Buku Dua. Terjemahan Helly Pajitno Soetjipto & Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta Pustaka Pelajar Dhajiri, Ahmad Kosasih. 1985. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral-VCT dan Games dalam VTC. Bandung Jurusan PMPKn IKIP Gulo, W. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta PT. Grasindo Sardiman. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta PT. Grafindo. Sudirman,dkk.1987.Ilmu Pendidikan. Bandung Remadja Karya Syaiful Bahri Djamara dan Drs Aswan Zain . 2006 Strategi Belajar Mengajar, Γ Jakarta Rineka Cipta Arifah, P. 2011. Penggunaan metode pembelajaran snowball drilling. Surakarta Universitas Sebelas Maret. Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung Pustaka Setia. Nurhidayati, S. 2010. Implementasi Improving Learning dengan Metode Drill dan Resistasi Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa. Surakarta Universitas Sebelas Maret. Roestiyah, N. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Rineka Cipta. Sapoetra, H. Metode Latihan Drill. diakses tanggal 2 februari 2016 pukul Sudjana, N. 1995. Dasar Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung Sinar Baru Algensindo. Syamsiah, I. 2014. Penerapan metode drill untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jakarta UIN Jakarta. Syarifudin, belajar Media Zuhraini, dkk. 1983. Methodik khusus Prndidikan Nasional Sagala, dan Makna Surachmat, Pengajaran