Dalil untuk syarat yang kedua adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam yang diriwayatkan dari jalur Ummul Mu’minin Aisyah rodhiyallahu ‘anha (yang artinya), “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak”[4]. Dalam redaksi yang lain (yang artinya Contoh ibadah mahdhah antara lain sholat, zakat, puasa dan haji. Sementara ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah yang dilaksanakan umat Islam dalam hubungannya dengan sesama manusia dan lingkungannya. Ibadah ghairu mahdhah dikenal dengan ibadah muamalah (Nata, 2002: 55) B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud ibadah? 2. Makna ibadah dalam islam? 3. . Prinsip-Prinsip Ibadah Dalam Islam. Ada beberapa prinsip dalam ibadah yaitu sebagai berikut : Ada perintah. Adanya perintah merupakan syarat sahnya suatu ibadah. Tanpa perintah, ibadah merupakan sesuatu yang terlarang, dalam sebuah kaidah diungkapkan: “Asal mula ibadah itu terlarang, hingga ada ketentuan yang memerintahkannya”. Ibadah mahdhah adalah ibadah dalam arti khusus, segala pengabdian manusia (hamba) kepada Allah secara langsung sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, seperti shalat dan puasa. Ibadah mahdhah juga disebut dengan muamalah ma’a al-khaliq (ibadah dalam arti hubungan hamba dengan Allah) atau Purworejo yang semula banyak masyarakat yang sering menyepelekan ibadah mahdhah shalat dan pu asa dengan adanya kajian da‟wah dan pendidikan madrasah maka Baru-Baru Ini Dicari Tidak ada hasil yang ditemukan Suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syari’at (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah). ( Al I’tishom, 1/26, Asy Syamilah) Definisi yang tidak kalah bagusnya adalah dari Syaikhul Ibadah Khusus, yaitu apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian­perinciannya, tingkatan dan tahapanya dan cara-caranya tertentu. Ibadah ini sering disebut Ibadah Mahdhah. Ibadah ini merupakan manifestasi dari rukun Islam yang lima yang meliputi: sholat, puasa, zakat, haji. Sehingga apa saja yang dicintai bukan karena Allah, maka kecintaannya itu rusak. Dan apa saja yang diagungkan bukan dengan perintah Allah, maka pengagungannya itu batil. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata di dalam sya’irnya, beliau menjelaskan tonggak ibadah, sebagai berikut: Dan ibadah kepada (Allah) Yang Maha Pemurah, Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari'atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah). Syarat diterimanya ibadah. Agar dapat diterima, ibadah disyaratkan harus benar. Dan ibadah itu tidak bisa dikatakan benar kecuali dengan adanya dua syarat: 1. 2. Ibadah merupakan suatu cerminan dari aqidah yang kuat. 3. Muslim yang baik adalah orang yang memiliki aqidah yang lurus dan kuat 4. Hubungan antara ibadah dan akhlak ini dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya dapat melalui ibadah mahdhah (shalat, zakat, puasa, dan ibadah haji) maupun melalui ibadah ghair mahdhah. HWMVGQ.